Pertemuan Terakhir -cerpen-
Suatu hari, terdapat seorang gadis yang sudah lama terbaring sakit akibat terjatuh dari gunung saat melakukan pendakian untuk pelengkapan tugas kuliah. gadis itu bernama mentari. Mentari sudah selama sebulan terbaring lemah dengan infus dimana - mana dikarenakan gegar otak.
Suatu ketika, mentari seperti biasa masih terbaring tak berdaya di kamar rumah sakit ditemani oleh ibu nya dan sahabat karibnya dari kecil nya yang bernama angga. tiba - tiba saja mentari dengan spontan memberikan handphone nya pada angga dan berkata "ga, tolong telpon ardi sekarang!" Kata mentari dengan suara yang sudah sangat melemah. "Tar, buat apa gue telfon ini orang, orang ini udah lama banget lu ga komunikasi ama dia kan?" Tegas dari angga. "Gausah telfon tar, gapenting buat kamu" tegas dari ibunda mentari. "Tolong telfon ardi ga, sekarang gue pengen ketemu orang ini sekali aja sebelum terlambat, cepat lah... apapun yang terjadi lu harus telfon dia" dengan nada yang aneh. Dengan aneh feeling yang dirasakan oleh angga, ibunda nya pun langsung mencubit angga dan menyuruh keluar untuk menelfon ardi. kemudian ibunda mentari langsung mengelap wajah mentari yang semakin hari srmakin pucat. Namun, hal mengejutkan terjadi pada mentari , alat pemacu jantung nya mulai tak berfungsi dan mengakibatkan Mentari susah untuk bernafas. Ibunda mentari langsung saja khawatir dan langsung memanggil dokter pribadi nya mentari. seketika dokter itu datang dengan suster sambil membawa peralatan pertolongan pertama. Oke, mentari hanya tersendak saja saat diperiksa oleh dokter. Sementara diluar, angga sedang menghubungi ardi dengan nada yang sangat penuh amarah kepada ardi untuk meminta ardi datang menjenguk mentari. Saat angga masuk , yang dikatakan oleh mentari hanyalah 1 kalimat "dimana ardi?apakah dia sudah datang kesini?" Mentari mengatakan itu hampir10x hingg sampai ditampar oleh ibunda nya sendiri . "Mentari! Jangan banyak bicara ngawur! Sudah dia pasti akan datang, kamu tenang saja, jangan seperti orang tak pernah bertemu saja! Marah ibunda mentari. Ardi sebenarnya adalah mantan kekasih yang masih diharapkan mentari setelah putus 2tahun. Namun, mentari selalu saja mengatakan kalimat yang sama. Hingga tiba - tiba kondisi mentari semakin memburuk. Dipanggilkan dokter lagi dan saat diperiksa, jantung mentari semakin melemah. Dokter menyarankan agar mentari dibawa ke ruang ICCU untuk dirawat lebih intensif. Langsung saja dokter dan para suster membawa mentari menuju ruang ICCU. Ibunda langsung saja menelfon ayah mentari dan keluarga untuk meminta doa untuk mentari agar mentari bisa selamat. Angga pun masih menunggu ardi yang tiba - tiba memutuskan telfon dari angga. Angga pun hanya bisa duduk termenung melihat sahabatnya yang sedang berjuang untuk melawan penyakitnya. Sudah selama 2jam, ibunda dan angga menunggu diluar sambil berdoa kepada Allah set untuk kesembuhan mentari. Tiba - tiba dokter keluar dan berkata kepada ibunda mentari " bu, saya harap mentari istirahat total, tapi dia sepertinya sedang menunggu seseorang, saya harap ibu hubungi dia sekarang takut nya itu menjadi penghambat nya." Kata dokter. Saat itu, mentari sudah dipindahkan ke ruang iccu yang saat itu ibunda dan angga masuk harus menggunakan pakaian khusus. Mentari masih saja mengatakan kalimat yang sama dan angga pun berkata, " tar, sabar yah.. sebentar lagi ardi pasti datang. " kata angga. Semuanya terdiam menunggu. Tiba - tiba, pucuk dicinta ulam pun tiba. Ardi datang dengan membawa sekeranjang buah untuk mentari. Saat datang, mentari pun langsung bisa duduk dan menyambut ardi.
Mentari : mas ardi, lu kemana aja ? Sombong ya sekarang udah lupa sama mentari.
Ardi : tar ,apansi , sombong apanya? Lu aja yang gapernah ngehubungin gue lagi. Udah lu sekarang istirahat aja .gue bakal jagain lu hari ini. Hari ini gue cuti kerja. Gue kupasin buah apel buat lu yah? Gue denger dari bunda lu kalo lu udah jarang makan buah. Makanya cepet sakit.
Sambil ardi mengupaskan buah untuk mentari, mentari tiba - tiba minta tolong angga untuk mengantarkannya ke kamar mandi untuk cuci muka dan ganti baju. Suatu hal yang menurut ibunda nya adalah kemajuan yang berarti saat ardi datang, namun bagi angga,ini adalah sebuah kejanggalan. Tumben sekali mentari mengenakan baju yang sangat feminim dari biasanya hanya untuk seorang ardi yang telah meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Saat itu, saat ardi sudah mengupaskan apel untuk mentari, mentari langsung melahap nya dengan semangat. Melihat hal itu, ibunda mengajak angga untuk meninggalkan ruangan dan hanya meninggalkan mentari dan ardi berdua saja di kamar icu. Mereka pun tak mau menggangu mereka berdua yang mungkin saja sedang kangen - kangenan karena dari mereka sendiri sudah lama tak bertemu sejak mereka memutuskan untuk berpisah. Namun tiba-tiba, ardi keluar dengan cemas dan berkata " bun, tari bun! Dia tak sadarkan diri lagi bu !!!!!!!" Ibunda pun dengan tanpa kata langsung memanggil dokter dan langsung menyuruh ardi krluar dari kamar untuk membiarkan mentari diperiksa oleh dokter. Menunggu selama 15menit, dokter akhirnya keluar kamar dan keluar dengan jalan yang lemas . " bu vira, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi , maaf bu... mentari,,.., sudah....." tanpa lanjut mendengarkan dokter, ibunda dan angga langsung masuk kamar mentari dan saat melihat fakta nya, tubuh mentari sudah terbujur kaku yang menandakan bahwa mentari sudah tiada. Saat itu, tubuh mentari sambil memgang sepucuk surat yang mungkin akan diberikan kepada ardi. Surat itu langsung saja diambil oleh angga, dibaca oleh angga , namun setelah itu angga melipat dan menyimpan surat itu dikantong nya. Melihat tubuh mentari yang sudah kaku, ibunda nya pun langsung menangis kencang sambil meneriakan nama mentari . Ardi pun tiba - tiba menangis melihat kejadian itu , ibunda nya pun juga sambil teriak kepada ardi "sekarang kamu udah puas kan, mentari sudah tiada!!! Sekarang kamu tidak aka diganggu oleh mentari lagi.. puas kamu nyakitiin mentari! " marah ibunda . "Bu, maafkan saya bu . Tapi, saya tidak ada niat sama sekali untuk menyakiti mentari sedikitpun. Saya pun memutuskan nya karena itu dari masalah yang sedang kami hadapi sudah sangat rumit. Sehingga, kami tidak ada jalan lain selain putus bu. Saya sekali minta maaf jika kehadiran saya yang telah membuat mentari meninggal dunia."seru ardi sambil menangis. Angga pun langsung menangis dan melayangkan tamparan ke ardi sambil marah -marah. Namun, aneh nya arfi pun diam saja seakan - akan dia lah memang yang seharusnya disalahkan. Seketika saja jasad mentari dibawa ke rumah duka dan suasana disana sudah ada keluarga dan semua teman - teman mentari menangis histeris ketika melihat jasad mentari diturunkan dari mobil jenazah. Jasad mentari pun sedang diurus pemakaman nya. Disana ada juga ardi keluarga nya datang untuk melayat sekaligus ikut serta dalam penguburan mentari. Suasana yang begitu duka menyelimuti seluruh orang - orang terdekat mentari terutama ayah mentari yang tak berhenti menangis terus menerus karena belum ikhlasnya ayah nya akan kepergian mentari . Begitupun ibunda dan angga. Sesaat setelah prosesi selesai, ardi pun tiba - tiba saja mencium kerangka nama untuk kuburan mentari. Ardi pun langsung menghampiri ardi dan berkata " di, gue mau kasi surat ini ke lo,ini adalah surat dari mentari. Surat ini gue temuin di kantong rok mentari saat iya meninggal saat masih dirumah sakit." Seketika angga sesudah memberikan nya , dia langsung pergi meninggalkan kuburan bersama keluarga mentari. ardi pun langsung menuju kerumah nya dan meninggal kan kuburan mentari setelah iya berpamitan dengan kuburan mentari. sesampai nya di rumah, ardi langsung saja mebuka surat itu dan membaca surat yang berisi :
" untuk mu mas ardi .
mungkin ini sekumpulan kalimat terakhir yang ku tuliskan untukmu.
jujur saja, aku masih mencintai mas ardi hingga saat ini sampai - sampai aku tak mempedulikan penyakit yang aslinya sudah ku derita sejak 5tahun yang lalu. maafkan aku mas, selama ini aku tak pernah menceritakan ini sebelumnya sampai masalah kita membuat kita jadi berakhir. aku tak mau menceritakan nya karena aku takut kamu semakin marah. aku ingin menceritakan inti dari masalah kita yang aslinya sudah tak pantas untuk dibicarakan lagi. sejujurnya, akulah yang telah salah menilai mu sehingga waktu itu aku menjadi sangat emosi sekali ketika kamu sedang berjalan dengan wanita lain yang ternyata itu adalah saudara sepupumu. saat itu, aku sedang berada dalam banyak masalah bukan dari masalah kita saja, tapi masalah dimana aku tak tau bagaimana aku memberitahukan kamu bahwa aku sudah berada didalam ujung kematian yang dibawa oleh penyakitku ini. aku harus menjalani operasi kanker tulang namun tak ada seorang pun tau termasuk kamu. bahkan orang tua ku saja tak tahu bahwa aku sakit. aku memeriksa kan penyakitku sendiri dan berusaha mengobatinya , namun semua dokter mengatakan bahwa aku hanya memiliki harapan hidup hanya 45% maka dari itu, saat kamu memutuskan aku, aku pun tak menolak karena aku takut kau melihat ku dengan wajah yang seperti orang tak punya harapan. selama ini, aku pun terus berlari dan berlari hingga pada akhirnya aku terkena sebuah kecelakaan yang membuatku menjadi terbaring lemah dirumah sakit yang rasa nya seperti aku tidur di neraka. setulusnya ,sejak saat kita bukan sepasang kekasih lagi, aku selalu memikirkan mu dan selalu menangis setiap malam. bahkan fotomu saja masih kusimpan dalam lemariku. aku tak mau semua hal tentang mu dibuang. walaupun ibuku dan sahabatku sudah melarangku untuk menyimpannya dan sudah membuangnya, tetap saja aku memungutnya lagi dan menyimpan barang-barang tentang kita dan akan selalu kusimpan baik - baik. sekarang , aku hanya ingin bertemu dengan mu untuk yang terakhir kalinya walaupun itu hanya beberapa menit saja , aku hanya ingin katakan bahwa aku mencintai mu seperti aku menyayangi ayah ibu dan sahabatku angga. aku tak akan membuangmu dari ingatan ku walaupun aku sudah sekarat nantinya bahkan meninggal. mungkin, aku akan selalu menghampiri mu tetapi dialam yang berbeda dan aku pun berada di dimensi yang berbeda. kau sekarang sudah bebas mas. kau sekarang sudah bebas memilih orang yang kau cintai. tapi perlu kau ketahui. bahwa aku mencintaimu tanpa melihat apa kesalahanmu dan aku mencintaimu sampai kapanpun.
ucapan dari keinginanku ."
Mentari Vinda Aulia.
setelah membaca surat itu, tatkala ardi pun langsung menangis tersedu - sedu dan sambil menonjok tembok hingga tangannya terluka dan menangis dengan keras sambil berkata "MENTARIIIIIII!!!!! MAAFKAN AKU!! GARA- GARA AKU , KAMU JADI SEPERTI INI ,KAMU KENAPA MENANGGUNG SEMUANYA SENDIRIAN? BUKAN KAMU YANG SALAH TAPI AKU TARI !!!! AKU YANG TERLALU TEMPRAMENT KEPADA MU!! JUJUR, AKU JUGA MASIH MENCINTAIMU TARI, MAAFKAN AKU TARI MAAFKAN AKU!!! "
sejak saat itu, semua tentang mentari dari foto , surat tersebut selalu disimpan oleh Ardi. sejak saat itu juga , Ardi yang semula adalah seseorang yang sangat ceria sekarang menjadi orang yang tak banyak bicara kepada siapapun. saat tidur pun, Ardi pun selalu memegang foto mentari sambil mencium foto mentari sebelum tidur. suatu ketika ardi terpulas dan terjadi percakapan ..
mentari : mas ardi .. mas ardi
ardi : mentari , mentariii ... (langsung memeluk tari) tari kamu kemana aja? aku kangen sama kamu.
mentari : mentari gak kemana - mana kok , mentari selalu ada disisi mas ardi .
ardi : bohong, tari bohong .
mentari : mas, tari selalu ada di hati nya mas ardi. maafkan mentari ya mas sudah buat salah lagi sama mas.
ardi : tari ga salah, mas yang salah karena udah mutusin mentari yang udah mencintai mas ardi dengan tulus.
maafkan mas yah tari. tolong tari jangan pergi lagi.
mentari : mas.mungkin untuk yang ini aku tak bisa . kita sekarang sudah berada di beda alam , aku sekarang hanyalah sebuah roh. sementara mas masih hidup. mas lebih baik gunakan hidup mas untuk mencari pengganti tari . tari gamau ngeliat mas ardi sedih seperti itu. mas gamau kan arwah tari penasaran karena melihat mas ardi sedih seperti ini . biasanya mas selalu riang dan tak pernah memikirkan kesedihan sendiri.
ardi ; tariiii . aku gamau tari pergi kalo tau cerita nya seperti ini . dulu, saat mas memutuskan kamu, mas hanya memikirkan diri mas sendiri saja tanpa memikirkan perasaan tari. mas mutusin tari dulu karena mas takut kamu nyamperin sodara mas itu yang kamu sangka itu selingkuhannya mas . maka dari itu sebelum perang pecah lebih baik aku mutusin kamu walaupun mas gakuat bilang nya. maafkan mas yah . jujur , mas masih sayang sama tari.
mentari : mas , kenapa baru bilang sekarang?! kenapa baru bilang disaat aku sudah bukan mentari yang dulu mas . kenapa? aku juga mencintai mas ardi dengan penuh kesadaran . tapi sekarang aku bukan lah mentari yang dulu, aku mungkin hanyalah sebuah halusinasi mu sekarang . mas lebih baik mencari wanita lain yang bisa bahagiain mas ardi daripada aku, yang lebih sayang lagi sama mas. mungkin aku hanya bisa memantau mu dari alam yang berbeda yang letaknya sangat jauh. tapi , tetap, bahwa aku hanya mencintaimu seorang mas ardi ku sayang.
ardi : tari , tolong ijinin kaku lakuin ini untuk pertama dan terakhir (kemudian ardi pun langsung memeluk dan mencium mentari).
mentari : (tiba - tiba langsung menghilang wujud nya, hanya suara saja) mas aku akan di hati mas selamanya , jika kau merindukanku, maka aku didalam hatimu dan saat itu pula aku juga merindukan mu.
ardi : mentariii jangan pergi , tari !!! tariiii!! TARI !!!!!.....
seketika Ardi pun terbangun dan menyadari bahwa ternyata percakapan singkat dengan mentari itu hanyalah mimpi salam perpisahan dari mentari . ardi pun langsung sadar kenapa tiba - tiba saat tari sekarat , ia tiba - tiba ingin bertemu dengan ardi , itu karena hanya untuk mengatakan kata - kata terakhir. namun, karena mentari itu malu mengatakannya, akhirnya dia menulikan kalimatnya kedalam sepucuk surat yang ditemukan oleh angga dan diberikan kepada ardi. sejak saat itu pula, ardi langsung berubah drastis yang tadinya sangat temperament berubah menjadi laki - laki yang lembut namun tak banyak bicara.
5 tahun kemudian, ardi pun membawa istri yang sekarang sudah dinikahi nya menuju kuburan mentari. dan istri nya pun sangat mengerti perasaan suami nya bahwa dia masih mencintai mentari walaupun mentari sudah tiada . Ardi pun sambil membersihkan kuburan mentari, juga tak lupa meletakan sepucuk surat seperti surat balasan untuk mentari yang ada dialam sana. istri nya pun bahkan diajak berkenalan dengan mentari ( memperkenalkan istrinya kepada kuburan mentari). sepertinya Ardi menganggap bahwa arwah mentari sedang menyambut dirinya . dan istrinya pun baru pertama kali melihat raut wajah suaminya begitu bahagia ketika suaminya sedang melihat pahatan nama mentari vinda aulia di kuburan nya tersebut.
SELESAI :)
Diah Desita Damayanti
Komentar
Posting Komentar